MISTERI PULAU YANG TAK BOLEH DILEWATI, DI TENGGARA NEGERI

Posted on

Halo sobat 2al-tech, misteri akan selalu menjadi sebuah misteri, mau tidak mau suka tidak suka, cerita sebuah misteri selalu membuat penasaran orang yang mendengarnya, dan selalu menjadikan pertanyaan orang yang mendengarnya. Cerita yang disebarkan melalui mulut kemulut, dan banyak yang mempercayai hal itu, membuat misteri menjadi cerita yang hangat yang selalu enak untuk didengarkan. Kali ini admin akan bercerita tentang situasi pulau yang konon katanya tidak boleh dilewati oleh kapal, pesawat atau orang sekalipun. Cerita ini bersumber dari rekan-rekan abk kapal yang pernah mengalaminya. Untuk pelaku dalam cerita ini admin samarkan, karena si pemilik cerita tidak ingin di ekspos.

Siang itu kami dan beberapa awak kapal lainnya mulai bersiap untuk melakukan pelayaran menuju daerah terbitnya matahari, kami semua mengangkat jangkar dan memasukkan bekal kapal untuk diperjalanan, tapi tidak banyak bekal yang kami bawa. Perjalanan kali memang lebih mengutamakan untuk kami berlayar lebih kepinggiran alias tidak jauh dari pesisir. “Woonggggg….” suara klakson kapal mulai terdengar menandakan kapal siap untuk berlayar.

Tak banyak cerita yang kita dapat dalam perjalanan ini, dikarenakan setelah semua bersiap kita kembali ke rutinitas pekerjaan didalam kapal masing-masing. Perjalanan kami diperkirakan memakan waktu 5 hari, tidak begitu lama bagi kami awak kapal, karena biasanya kami berlayar hingga berbulan-bulan. Hari pertama pelayaran kami tidak terjadi ada apa-apa dan hanya rutinitas harian dalam bekerja saja yang kami rasakan. Tak menyangka tepat dihari kedua kami berlayar, tepatnya pada pukul 20.00 WIB, sebuah situasi yang mungkin tidak kami lupakan mulai terjadi.

“mengapa didepan ada pulau ya?” nahkoda kami bertanya kepada awak kapal yang lain. “ada yang tahu pulau apa itu?” tanya nahkoda kembali. “kami tidak pernah melihat pulau itu biasanya kapten” siswo menjawab. Siswo adalah abk kapal paling senior dikapal ini, jam melautnya sudah tidak perlu diragukan kembali, sampai-sampai di umurnya yang berkepala tiga itu, dia belum juga menikah. “biasanya kita berlayar lebih ketengah kapten, apa mungkin karena kita berlayar lebih kepinggir yang membuat kita melihat pulau tersebut!.” Sambungnya. “mungkin saja wo, ya sudah saya akan membelokkan lebih kekiri kapal ini, agar kita bisa melewati pulau tersebut” sahut kapten kapal. “tapi kapten, kalau dilihat sepertinya kita bisa melewati ditengah-tengah pulau itu” sambung dio. Dio juga abk kapal ini dan termasuk abk senior dikalangan kami. “kalau begitu kita lebih baik lewat mana?” tanya kapten kami. “kita lewat tengah saja kapten, kita tidak tahu di utara pulau itu ada pulau lagi atau tidak, lagipula kita bisa mngirit bahan bakar kapal” siswo menjawab.

“baik kita akan lewat ditengah-tengah antara pulau itu” kapten menjawab. Ternyata keputusan yang diambil kapten inilah yang akan membuat sebuah cerita dalam kehidupan kami. Sesaat sebelum mendekati ditengah-tengah pulau, aku merasa melihat sesosok wanita yang melambai di sebelah kanan kapal, dia seperti menyampaikan “jangan lewat sana, lebih baik lewat utara atau putar balik” ya, seperti itulah yang aku rasakan saat melihat sosok itu. “mas siswo, sampeyan lihat ada wanita disana gak?” kataku bertanya. “lihat apa toh? Saya gak lihat apa-apa kok disana, kamu mabuk paling, jadi kamu berhalusinasi gung” jawab siswo. “bener mas, aku tadi lihat, dia seperti mengatakan kita jangan lewat sana!” jawabku serius. “ngaco aja kamu gung, udahlah kerja lagi, saya dikapal ini dah lama gung, kamu gak usah nakut-nakutin atau membuat cerita yang aneh-aneh lagi gung.” Jawabnya ketus. “iya mas maaf,” jawabku lagi.

Tapi yang namanya perasaan ya memang tidak bisa dibohongi, aku merasa fillingku kali ini benar. Tapi karena aku orang baru dan tidak tahu apa-apa tentang laut, jadi kuputuskan untuk diam. Tak lama terdengar suara mesin kapal berhenti. Aku dipanggil untuk membetulkan mesin kapal, karena aku memang bekerja sebagai teknisi mesin dikapal ini.”agung, kamu dimana? Mengapa mesin kapal tiba-tiba mati? Apa kamu tidak mengecek sebelum berangkat?” tanya kapten kapal. “maaf kapten, sudah saya cek kemarin, dan bahan bakar juga sudah saya hitung kok kapten” jawabku membela diri. “loh, tapi kenapa mesin ini tiba-tiba mati? Tanyanya lagi. “sebentar kapten biar saya periksa” jawabku. “segera diperbaiki ya, nanti kita terlambat” perintahnya. “baik kapten” jawabku. Akupun mulai mengecek satu persatu dari mesin kapal, agar aku bisa memperbaiki dimana kerusakannya. Bahan bakar aku cek, masih ada. Mesin aku cek, tidak ada yang bermasalah. Ya tuhan apanya yang rusak, pikirku. Aku mengulangi lagi mengecek setiap bagian takut ada yag terlewat, lagi-lagi aku tidak menemukan bagian yang rusak. Aku memutuskan keluar dari kabin mesin menuju keluar untuk melaporkan kerusakan.”maaf kapten, sudah saya cek tetapi tidak ada bagian yang rusak, dan saya sudah mengulanginya lagi, tetap tidak menemukan bagian yang rusak.

“Loh kok bisa, mesin mati tetapi tidak ada bagian yang rusak?” tanya kapten bingung. “betul kapten saya yakinkan tidak ada bagian yang rusak” jawabku kesal. “gledakkkk” kapal bergoncang. “apa itu?” tanya kapten. “tidak tahu kapten tiba-tiba seperti benturan yang keras” jawab dio. “cepat dicek, jangan sampai kita terombang-ambing menabrak karang, malah makin parah nanti kerusakannya!” perintah kapten. Aku melihat sekeliling, tapi aku tidak melihat sedikitpun ada karang besar disekitar kapal kami. Akupun melihat kearah pulau, ternyata kami sudah diantara dua pulau yang ingin kita lewati. Bahaya pikirku, ini jawaban atas apa yang aku lihat tadi. Apakah aku harus menceritakan kepada yang lain dengan apa yang aku lihat tadi. Ah jangan, aku takut mereka akan berfikiran yang macem-macem setelah nanti aku ceritakan. Lebih baik sekarang berusaha keras untuk keluar dari selat ini. Jam sudah menunjukkan pukul 23.00 wib. Belum ada tanda-tanda klita berhasil meloloskan diri dari selat ini. “bagaimana ini? Kita semua terjebak di selat ini, ditambah kita tidak tahu menabrak apa kita tadi” kapten berbicara. Kita semua hanya diam dan tak ada satupun yang berani berbicara.

“kita berdoa saja, siapa tahu ada kapal yang lewat yang akan membantu kita berlayar keluar dari sini” sambung kapten. Akhirnya kita semua kembali ke pekerjaan masing-masing, saat aku melihat pulau tersebut, aku berfikir pulau itu sepertinya tidak berpenghuni, mana mungkin akan ada yang lewat. Ya sudahlah, lebih baik aku berdoa saja semoga ada kapal yang lewat walau kapal nelayan sekalipun. Waktu terus berjalan, aku melihat semua teman-temanku semakin cemas berharap ada pertolongan, mungkin dari kalian bertanya mengapa kami tidak menggunakan telfon atau telegram atau alat komunikasi lainya. Saya jelaskan disini semua mesin berhenti termasuk alat komunikasi. Jadi kami tidak bisa menghubungi kapal lain atau daratan. Saat waktu menunjukkan pukul 02.30 wib. Doa kami terjawab, kami melihat ada kapal nelayan yang lewat. Kami semua mencoba memanggil kapal nelayan tersebut. Dan aku lihat kapal itu hanya menggunakan dayung bukan mesin seperti kapal nelayan pada umumnya. Kami terus berteriak agar kapal nelayan tersebut mendengar panggilan kami. Akhirnya nelayan tersebut mendengar panggilan kami, dan kamipun mengangkat sang nelayan keatas kapal.

Saat diatas mulailah kami tahu mengapa kapal kami berhenti seperti mesin mati. “mengapa kalian semua melewati pulau ini e?” tanya bu. Bu adalah panggilan kakak untuk daerah dimana pulau ini berada. “begini bu, kami tidak tahu kalau ada pulau ini disini, jadi kami harus mengalami hal aneh ini bu” terang kapten kepada bu. “kalian seharusnya bertanya e, bisa lewat kah tidak, sebenarnya pulau ini memang tidak boleh dilewati, karena kata opa sa dulu disini banyak kapal yang karam. Makanya pulau ini ditinggali toh” cerita bu. “terus bagaimana kita bisa keluar dari sini bu?” tanya siswo. “ hei nyong, cara yang paling mudah adalah menyeret kapal ini keluar dari sini, dengan menyeret kapal ini menggunakan kapal nelayan” jawab bu tersebut. “baiklah bu, apa yang harus kita perbuat?” tanya siswo pasrah. “ya sudah nyong, saya akan kedaratan sebentar e, nanti kita bawakan tetua adat dan teman-teman nelayan agar bisa menarik kapal ini keluar, sabar sebentar yo?” bu menenangkan. Akhirnya bu turun dari kapal dan bergegas menuju kekapalnya untuk kembali kedaratan. “apa bu itu bisa dipercaya sis?”tanya dio. “sudahlah kita pasrah saja, semoga saja dia kembali dan membantu kita” jawab siswo.

Kamipun menunggu dengan kecemasan, takut-takut bu tersebut tidak kembali. Waktu terus berjalan, kita semua mulai mengantuk, ada juga yang membuat kopi. Tepat pukul 05.00 bu tersebut kembali dengan membawa 5 kapal bersamanya. Dan juga tali-tali besar yang diangkut dikapal nelayannya. Aku berteriak “itu bu kembali, bersama teman-temannya”. Semua menengok kearah teriakanku. Aku pikir tadi dia tidak kembali, ternyata dia kembali juga. Kita tarik bu dan tetua adat naik kekapal. Setelah dikapal entah apa yang dilakukan tetua adat, sepertinya dia berkomunikasi dengan para sesuatu yang tidak terihat. Setelah selesai dia menghampiri kami. “nyong, lain kali jangan lewat sini ya? Ini pertama dan terakhir kali, untung kalian tidak tenggelam, biasanya kapal-kapal yang berhenti disini pasti tenggelam” tetua adat menceritakan. Ya tuhan terima kasih kau selamatkan kami pikirku. “memang disini sakral dan pulau ini dari dulu tidak boleh dilewati” lanjut tetua. “ya sudah sekarang bantu para nelayan untuk mengikat kapal kalian, kemudian sebagian dari kalian turun dari kapal dan membantu para nelayan mendayung, agar kapal kalian bisa keluar dari sini” sambung tetua lagi.

Kamipun mengikuti arahan tetua adat untuk turun dan membantu mengikat serta mendayung kapal hingga keluar dari selat itu. Entah apa yang terjadi saat kami selesai keluar kapal mesin tiba-tiba saja langsung hidup tanpa ada yang mengidupkan. Ini memang aneh, tapi benar kami alami. Kamipun berterima kasih kepada tetua dan para nelayan, dengan memberikan beberapa bekal kami kepada mereka. Kamipun pamit dan melanjutkan perjalanan berlayar kami. Terima kasih sudah membaca cerita saya. Mungkin dari kalian ini menganggap tidak real, tidak apa-apa. Tapi kenyataan yang sudah kami alami benar-benar dari kuasa manusia. Untuk tempat dan tokoh saya samarkan untuk menjaga keaslian cerita.

Admin 2al-tech akan menerima segala macam cerita dari kalian, bisa hubungi kontak admin 2al-tech, atau tinggalkan dikomentar. Sampai jumpa dengan cerita selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *